3 Hal Khusus yang akan aku lakukan Jika Aku Menjadi Ketua KPK

“Prihatin” itulah yang aku rasakan kepada Negara tercinta kita ini sekarang. Tahu kenapa? Satu masalah yang sudah sangat kronis atau parah di Negara Indonesia ini yaitu korupsi. Seperti sebuah penyakit yang sulit sekali untuk disembuhkan memang. Korupsi hampir menjadi budaya di Negara ini. Amit-amit deh kalo udah menjadi budaya. Untung aku bilang Hampir menjadi Budaya. Semoga saja gak ya?

Bukannya tanpa penanggulangan. Pemerintah telah melakukan banyak cara untuk menghilangkan praktik korupsi dari Indonesia. Seperti halnya dengan membuat Lembaga Khusus untuk memberantas korupsi yang sekarang kita kenal sebagai Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK.

Jadi masuk ke topic yang akan kita bahas di artikelku kali ini ya? Apakah itu? Yups… tepat sekali yaitu “Andai aku jadi ketua KPK”.

WOW bukankah itu sebuah gelar yang sangat berat sebenarnya? Atau mungkin aku akan sebut sebuah gelar yang butuh tanggung jawab besar.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa untuk memberantas korupsi harus dimulai dari tahap pencegahan tentunya. Karena apa? Tahap inilah yang sebenarnya memiliki peran yang sangat penting jika kita ingin Negara kita bebas dari korupsi.

Jadi langkah seperti apa yang akan aku lakukan jika aku menjadi ketua KPK?

Langkah Pertama yang aku lakukan dalam pemberantasan korupsi Jika aku menjadi ketua KPK adalah “aku akan membuat orang merasakan malu yang teramat sangat jika melakukan korupsi”.

Lalu bagaimana cara yang akan aku lakukan untuk merealisasikan hal ini? Langsung aja yuk kita simak langkah seperti apa yang akan aku lakukan.

1. Membuat sebuah tugu yang aku sebut sebagai “Tugu Koruptor”

Hahaha terdengar aneh memang. Tapi aku serius kok. Seperti apakah tugu ini?

Jadi konsep pembangunan dan pembuatan tugu ini adalah seperti ini. Dalam tugu koruptor akan tertulis nama-nama para koruptor di Indonesia. Menurut rencana awalku, aku ingin tak hanya namanya saja yang tercantum di tugu tersebut. Tapi juga mengenai perkara korupsi apa yang ia lakukan. Bahkan jika memungkinkan, aku juga akan memasukkan foto para koruptor dalam tugu tersebut. Akan lebih menarik lagi jika tugu tersebut berbentuk tikus yang sedang menggigit uang. hahahah Sama persis seperti para koruptor.

Nah dengan membangun Tugu Koruptor diharapkan orang-orang akan merasa sangat malu jika melakukan korupsi. Bukan hanya itu saja, pelaku korupsi yang sudah menyandang gelar sebagai koruptor akan merasa kapok karena rasa malu yang luar biasa sebab nama mereka akan tercantum dalam tugu tersebut secara permanen.

2. Membuat dan menerbitkan buku berjudul “Orang Terkorup di Indonesia” atau “Pemegang Gelar Terkorup di Indonesia”

Terdengar gila memang. Tapi ini juga menjadi salah satu cara yang aku tempuh untuk membuat para koruptor merasa malu dan kapok atas perbuatannya. Hampir sama dengan konsep Tugu Koruptor. Namun dalam hal ini, buku yang akan menjadi tujuan utamaku.

Dalam buku tersebut akan memuat nama-nama para koruptor di Indonesia yang disusun berdasarkan tingkat dan besar kecilnya korupsi yang ia lakukan. Semakin besar korupsi yang ia perbuat maka namanya akan berada si urutan teratas dalam buku tersebut. Dalam buku tersebut akan disertai dengan identitas lengkap sang koruptor disertai tindakan korupsi yang ia lakukan. Jadi predikat dan gelar koruptor akan terus melekat dalam dirinya. Tak cukup sampai di situ. Buku tersebut akan dibagikan kepada masyarakat di Indonesia. Jadi siapa yang tak kenal koruptor di Indonesia?

Mungkin kalian berfikir tentang 2 cara yang akan aku lakukan ini terbilang aneh. Kenapa aku harus membuat orang malu jika melakukan korupsi? Tentu saja agar mereka takut untuk melakukannya dan akan berfikir 2 kali sebelum melakukannya. Seperti halnya aku. Aku mencoba menempatkan posisiku sebagai masyarakat biasa (walau sebenernya aku memang masyarakat biasa tapi ceritanya kali ini aku kan lagi berandai-andai menjadi ketua KPK hehehe. Iya kan?)

Nah jika aku seorang masyarakat biasa, kemudian di daerahku ada Tugu Koruptor dan aku juga memiliki buku “Pemegang Gelar Terkorup di Indonesia” aku akan berfikir ulang ketika aku akan melakukan korupsi. Aku gak mau lah kalau sampai namaku tercantum secara permanen di situ. Haduh pasti malu banget kan? Hahahaha . Selain itu bagi para koruptor sendiri juga akan merasa kapok karena nama mereka akan terpampang di situ selamanya dan gelar KORUPTOR tidak akan pernah hilang dari nama mereka.

Seperti yang telah terjadi belakangan ini. Di berita TV, para tersangka korupsi malah seperti selebriti. Melenggak-lenggok di depan kamera tanpa ada rasa malu sedikitpun dan bahkan tak ada rasa bersalah atas tindakan yang telah mereka lakukan. Banyak sekali yang mereka rugikan. Tapi mereka malah tersenyum, tertawa dan terkesan merasa bangga sepertinya. Aneh bukan?

Oleh sebab itu, jika aku menjadi ketua KPK, aku akan membuat para koruptor merasa malu dan jera dengan 2 langkah yang telah aku jelaskan tadi yaitu :

  1. Membuat Tugu Koruptor
  2. Membuat dan menerbitkan buku berjudul “Pemegang Gelar Terkorup di Indonesia”

Lalu tindakan seperti apa lagi yang akan aku lakukan jika aku menjadi ketua KPK? Yaitu dengan membuat kondisi keuangan Negara yang transparan. Aku rasa itu cukup penting. Rakyat berhak tahu bukan kemana, bagaimana, dan seperti apa kondisi keuangan Negara? Untuk apa uang tersebut digunakan (kebutuhan), berapa jumlahnya, dan sebagainya. Rakyat juga ingin tahu dan sepertinya memang harus tahu. Sebab jika sistem keuangan terbuka, maka praktik korupsi akan sangat sulit dilakukan. Ini akan meminimalisir perbuatan korupsi.

Untuk merealisasikan hal ini aku akan membuat sebuah Hari dimana rakyat berhak tahu akan keadaan keuangan Negara. Diharapkan dengan sistem yang transparan, korupsi dapat dicegah. Yuk kita bahas di cara yang ketiga yaitu :

3. Mengadakan Hari “Hak Rakyat Untuk Tahu”

Seperti apa sih Hari “Hak Rakyat Untuk Tahu”? Di hari ini, Negara akan melakukan bedah buku keuangan Negara. Jadi intinya di hari itu akan ada yang namanya sistem keuangan terbuka. Dimana dalam keuangan tersebut mencakup tentang seperti apa kondisi keuangan Negara ini. Uang Negara juga uang rakyat bukan? Hehehehe bukankah sebagian dari pajak? Jadi kenapa harus ditutup-tutupi dari rakyat?

Di hari itulah, rakyat berhak tahu tentang kemana uang pajak yang mereka sumbangkan dialokasikan. Jadi sistemnya transparan dan terbuka. Intinya sih gitu. Hehehehe.

Itulah hal-hal yang akan aku lakukan jika aku menjadi ketua KPK. Masih ingat apa saja?

  1. Membuat Tugu Koruptor
  2. Membuat dan menerbitkan buku berjudul “Pemegang Gelar Terkorup di Indonesia”
  3. Mengadakan Hari “Hak Rakyat Untuk Tahu”

Selebihnya tetap sesuai tugas dan kewajiban sebagai seorang ketua KPK donk hahaha itu kan rencana khusus yang akan aku lakukan jika menjadi ketua KPK. Selebihnya aku juga memiliki tugas dan kewajiban yang sudah diatur dalam Undang-Undang kan? Jadi sekiranya pencegahan seperti itulah yang dapat dilakukan untuk memberantas korupsi di negera ini. Terima kasih atas perhatiannya.

3 thoughts on “3 Hal Khusus yang akan aku lakukan Jika Aku Menjadi Ketua KPK

  1. Membuat malu para koruptor ??? nah ituide yg keren … cuma kayaknya, untuk konteks indonesia, malu sudah tidak ada lg artinya bagi koruptor yg lebh mengutamakan duit dibanding maluu …

    keep blogging😀

  2. Ping-balik: analisah

  3. Ping-balik: pelajaran PKN « analisah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s